Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Segenggam Permasalahan

Sunday, June 23, 2013

Pernah satu ketika, ada seorang pemuda yang datang kepada seorang kakek. Ia bercerita mengenai masalah yang ia hadapi, seluruh permasalahan yang menghantui dirinya dan terus membuatnya frustasi, membuat hidupnya semakin terpuruk.

Disadari atau tidak, setiap permasalahan yang menimpa kita, apabila kita belum menemukan cara untuk mengatasinya, ia akan selalu menghantui kita. Terus mengisi pikiran kita, detik dan menit terus saja terbayang akan permasalahan kita sampai pada akhirnya kita tidak pernah tenang. Dan pemuda itu merasakan hal tersebut.

Dengan sabar sang kakek mendengarkan setiap kisah yang di utarakan oleh si pemuda, satu persatu ia dengarkan. Ia lihat wajah sang pemuda yang makin lama makin bersedih, sang kakek hanya terdiam dan terus mendengarkan si pemuda.

Sampe akhirnya sang pemuda merasa telah mengungkapkan semua permasalahannya, sekarang tiba giliran sang kakek untuk memberikan nasihatnya. Sang kakek tersebut kemudian berkata :

"Tau kah nak, setiap orang memiliki permasalahan dalam hidup"

Si pemuda itu mengganguk setuju. Sambil melangkah ke dapur, sang kakek kemudian mengambil segelas air dan sebuah wadah, berisi garam. Lalu sang kakek mengambil garam itu dengan tangganya, ia genggam garam tersebut di tangannya sambil berkata :

"Bayangkan segenggam garam ini adalah permasalahanmu, semua permasalahanmu"

Si pemuda mengganguk setuju kembali, lalau si kakek melanjutkan :

"Dan gelas berisi air ini adalah pikiran mu, tempat kamu menyelesaikan seluruh permasalahan hidupmu"

Lalu si kakek menuangkan seluruh garam yang ada di genggaman tangannya, dan melanjutkan :

"Serakang semua permasalahan dalam tangan ini, aku masukan di dalam gelas ini."

Lalu sang kakek mengaduk gelas berisi garam tersebut, dan menyerahkan kepada si pemuda :

"Bagaimana rasanya?" tanya sang kakek,
"Asin.. sangat asin" jawab si pemuda.

Lalu sang kakek mengajak pemuda tersebut ke sebuah telaga yang ada tak jauh dari rumahnya, sambil mengambil segenggam garam.
Segenggam Permasalahan, garam dan telaga, segenggam garam

"Sekarang bayangkan di genggaman tangan ini, masih semua permasalahan yang sama yang kau punya." Sang Kakek melanjutkan : "sekarang aku lemparkan garam ini ke telaga, setelah itu kau rasakan air di telaga tersebut" ia melemparkan garam tersebut ketelaga, dan sembari menantikan jawaban dari pemuda yang akan mencicipi air dari telaga tersebut.

"Tawar, rasa air ini tawar" jawab si pemuda

Sang kakek tersenyum, dan kemudian ia memberikan nasihat :
"Nak, Seberat apapun pemasalahan tergantung cara kita memandangnya, cara kita menyelesaikannya. Kalau pikiranmu sempit serpeti air dalam gelas tadi, semua permasalahan akan terasa asin bagi dirimu, akan menggangu dirimu dan pikiranmu. Tapi ketika kau mencoba meluaskan pola pikirmu, semua permasalan tidak akan membuat mu sakit"

Masalah Yang Tak Pernah Selesai

Thursday, June 6, 2013

Masalah Yang Tak Pernah Selesai, setiap orang punya masalah itu pasti, tapi bagaiamana kita menyelesaikan masalah itulah yang tidak pasti di miliki setiap orang.

Masalah itu bumbu dalam kehidupan, membuatnya terasa manis asin bahkan pait. Tapi karena semua itulah, hidup kita terasa lebih indah. Dengan masalah itu pula kita akan tumbuh, tumbuh mejadi lebih dewasa dalam pemikiran dan tindakan.

Tapi kenapa masalah ku tidak pernah selesai? 

Apa alesannya? Alesannya adalah karena kita hidup. Selama kita hidup, kita akan selalu punya masalah. Sekecil apapun, kita akan selalu punya masalah. Yang keliru terkadang orang lebih memilih menyelesaikan hidup agar dapat terhidar dari semua masalah. Mungkin hal tersebut bisa terjadi, tapi hanya akan menyelesaikan malasalah di dunia ini dan tidak menyelesaikan masalah di akhirat.

Hidup ini indah ko, hidup itu seperti lembaran buku yang setiap lembarnya akan membawa kisah tersendiri. Setiap masalah yang datang kepada kita memang akan terasa berat, sanggat berat mungkin. Yang perlu kita sikapi adalah cara pandang kita mengenai masalah itu dan cara menyelesaikannya.

Masalah Yang Tak Pernah Selesai

Pernah lihat jam pasir? pasir yang begitu banyak tidak pernah jatuh sekaligus. Pasir akan jatuh satu persatu ke bawah, hingga akhirnya seluruh pasir yang berada di atas akan habis. Dan itulah yang membuat sebuah pasir berharga, menjadi sebuah jam yang memiliki nilai.

Kebanyakan dari kita ingin menyelesaikan permasalah sekaligus saat itu juga. Tidak kawan, tidak seperti itu menyelesaikan masalah, betapapun kita ingin menyelesaikan semuanya, kita tidak akan mampu. Cobalah lihat jam pasir, belajarlah dari jam pasir.

Bayangkan seluruh permasalahan kita sebagai sebuah pasir yang menumpuk, kita selesaikan permasalah satu persatu. Setelah satu permasalahan selesai, beralihlah ke permasalahan berikutnya, selesaikan lagi, lagi dan lagi hingga seluruh masalah itu akan selesai. Mungkin akan membutuhkan banyak waktu, tidak masalah, namun yang pasti seluruh permasalahan akan selesai.

Permasalahan akan selalu datang dan datang lagi, ya itu pasti. Tapi selama kita menyelesaikannya satu persatu, itu akan lebih mudah dan tidak terasa sulit. Sesulit apapun premasalahan, selesaikan lah dengan perlahan. Yang pasti :

Setiap permasalahan yang tidak membuat anda mati, pasti akan membuat anda lebih kuat

Hidup Itu Seperti Lembaran Buku

Tuesday, June 4, 2013

Hidup itu seperti lembaran buku, kita tidak tau apa yang akan terjadi besok, seperti layaknya buku, kita tidak tau apa yang terjadi pada lembar berikutnya. Yang perlu kita lakukan, kita hanya tetap membacanya, sampai akhir dari buku.

Hidup itu penuh dengan kesenangan dan juga kesakitan, semuanya selalu silih berganti. Saat kita bahagia, kadang kita lupa akan datangnya nestapa. Namun pada saat duka, kita sering terpuruk jatuh hingga kita lupa akan lembar berikutnya dari cerita kita. Kita terlalu fokus atas kesedihan kita, kemalangan kita, kesulitan kita, bahkan tak jarang mengangap Tuhan itu tidak adil.

Hidup Itu Seperti Lembaran Buku

Padahal, kita tidak tau cerita apa sebenarnya dari buku kehidupan. Seperti layaknya novel, kisah hidup kita akan sangat berwarna. Sewaktu kita sakit, mungkin saat saat itulah cerita paling mengharukan dari buku kehidupan. Yang banyak dari kita justru mengakhiri kehidupan, mengakhiri cerita, tanpa kita mau membaca lembar berikutnya.

Seolah cerita itu telah selesai, padahal sebuah buku baru di nilai bagus ketika kita menyelesaikannya. 

Ya, yang perlu kita lakukan hanya bertahan pada kondisi se sulit apapun, kita hanya perlu melaluinya, membalik ke lembar berikutnya. Tak peduli cerita itu sedih atau senang, kita hanya perlu menyelesaikan setiap lembar demi lembar kehidupan kita. Setelah kita menyelesaikan seluruh lembar, kita akan mengerti bahwa tuhan memberikan cerita yang indah dalam hidup kita.
Semua akan indah pada waktunya 

Betapapun kita ingin, mungkin kita tidak dapatkan hari itu. Tapi pasti, kita akan mendapatkannya.. semuanya hanya perlu waktu, karena waktu itu yang akan membuat kehidupan terasa indah. Kita tidak tau kapan dan dimana kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi yang pasti, tuhan selalu punya cerita di balik lembar buku kehidupan kita.

Belajar Dari Tukang Parkir

Thursday, April 18, 2013

Belajar dari tukang parkir, belajarlah dari apapun, termasuk tukang parkir. Ehmm, memang terkesan tidak istimewa dan apa yang mau di pelajari? belajar cara markir mobil atau motor?! Tidak juga sebenarnya, ada hal lain yang dapat kita pelajari dan kita ambil filosofinya dari seorang tukang parkir.

Belajar Dari Tukang Parkir

Coba kita merenung sejenak, tentang sifat dan sikap kita. Pernah ga kita menginginkan sesuatu yang mungkin orang lain justru tidak memiliki itu. Kalau kita punya uang sementara orang lain (mungkin) kekurangan, kita disebut kaya. Kalau kita punya wajah yang lebih manis sementara orang lain itu cuma rata rata, kita di sebut ganteng. Kalau kita punya kedudukan tinggi sementara orang lain hanya biasa biasa saja, kita di sebut terhormat.
Tapi sebenarnya apa yang kita miliki semua itu hanya anugrah, anugrah dari ilahi yang di titipkan kepada kita. Kita diberi sedikit kelebihan sementara orang lain tidak. Namun biasanya, semua kelebihan itu apabila suatu ketika di ambil oleh si pemilik, yaitu Tuhan. Biasanya kita akan marah, kecewa dan merasa tidak terima. Kadang kita tidak sadar, apa yang dititipkan kepada kita, seolah olah telah menjadi hak kita. 

Coba lihat lah tukang parkir, ia punya segala jenis kendaraan disana. Baik yang mewah atau yang cuma rata rata. Tapi semuanya tidak pernah menjadikannya ia sombong, ia ya tetap biasa biasa saja, hanya tukang parkir.

Ketika semua yang ia miliki, dalam hal ini kendaraan, diambil oleh si pemiliknya? apa dia sedih? tidak juga, toh ia cuma tukan parkit. Ia tau itu. Jadi banyak tidaknya kendaraan, bagus tidak nya kendaraan, semua ia terima dan ia hanya sebagai orang yang dititipkan, ia cuma disuruh njaga, ia cuma tukang parkir. Bahkan ketika semua kendaraan itu di ambil, ia tidak kecewa. Kalaupun sekarang tidak ada yang menitipkan kendaraan, ia pun tidak pernah kecewa, karena ia tau nanti atau bahkan esok hari, masih ada yang akan menitipkan kendaraan.

Semua yang kita miliki hari ini, itu semua adalah titipan. Selayaknya kita syukuri dan kita jaga, kita bukan siapa siapa di banding Tuhan yang menitipkan semua kebahagiaan kepada kita, selayaknya kita belajar dari tukang parkir

Diperbudak Ponsel

Monday, March 18, 2013

Diperbudak Ponsel. Semakin maju jaman, semakin nyata bahwa kita semakin ketergantungan terhadap tehnologi apalagi ponsel. Mungkin tidak ketergantungan sebenarnya karena tanpa ponsel pun kita masih bisa hidup, cuma kita yang akhirnya mejadikan ponsel sebagai suatu kebutuhan, bahkan lebih dari itu kita telah di perbudak oleh ponsel.
Diperbudak Ponsel

Sekarang coba lihat, sering kita melihat orang orang yang sibuk dengan ponselnya sendiri. Padahal mungkin ia sedang berada di lingkungan yang teman temannya sedang ngobrol atau kumpul, eh dia malah sibuk dengan ponselnya sendiri. Bener kata orang, kalau ponsel, atau lebih spesifiknya BB itu menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.
Ya, orang yang ada di ujung telepon, serasa dekat. Jadi ia ingin selalu membalas dan mengabari, bahkan kalau boleh di biang ia menjadi autis, sibuk dengan dunianya sendiri, dunia ponsel.
Walalupun ga smemuanya gitu, tapi hampir kebanyakan kita akan selalu melihat fenomena orang yang sering asik sendiri dengan ponselnya. Padahal si, dia berada di keramaian. Saya ga tau apa yang di lakukan di ponselnya, bisa jadi mungkin membalas bbm, bermain whatsapp, atau update status di twitter ataupun facebook. Ingin selalu ada di dunia maya? padahal sosial media seperti itu punya keburukan, sebuah sisi buruk facebook.

Apakah mereka yang sibuk dengan ponselnya tidak ingin menyapa teman di sebelahnya, kenalan atau sekedar basa basi? Bisa jadi ia sibuk mencari informasi di dunia maya, padahal sebenarnya di sebelahnya adalah orang yang berpengalaman yang mungkin kita bisa mendapatkan lebih dari sekedar informasi, sebuah motifasi hidup.

Atau mungkin bisa jadi yang di sebelahnya ingin bertanya sesuatu, tapi karena ia asik dengan ponselnya, kita tidak enak ati untuk bertanya. Pernah saya juga ngalami hal demikian, ketika saya tersesat naik kereta, ingin menanyakan kepastian benar tidaknya saya turun di stasiun kalibata waktu itu. Ada seorang cewe di sebelah saya, disamping saya, lalau dengan sopan saya bertanya 'mba benar ini stasiun kalibata?', dan dia dia cuek. Aneh, saya pikir, kenapa? padahal saya tanya baik baik. Eh pas dia beranjak pergi dari sebelah saya, ternyata ia memakai earphone di telinganya, pantas saja ia tidak bisa mendengar. Aneh ya, orang punya telinga normal, eh malah menjadikan dirinya tuli dengan keadaan sekitarnya.

Kalau anda memang salah satu orang yang sering sekali menggunakan hanpone, coba lah sedikit untuk menggurangi. Apa alesannya? anda tidak bisa menikmati kehidupan di sekitar anda sendiri. Sederhana sekali, sama seperti yang di utarakan teman saya. 'Moment bersama orang lain adalah hal yang paling berharga'

Maksudnya, saat saat anda bersama keluarga, teman atau siapapun, cobalah untuk bisa kosentrasi ke mereka. Nikmati setiap saat dengan mereka, karena saat saat itulah yang paling berharga, yang mungkin suatu saat anda tidak akan bisa mengulanginya kembali.

Mungkin ada belum kerasaa saat saat itu, tapi suatu saat anda kehilangan orang yang anda cintai, atau tau tau anda lulus dari kuliah. Mungkin saat saat itulah anda akan menyesal, karena anda telah kehilangan waktu yang amat berharga dengan orang di sekeliling anda. Maka dari itu, janganlah kita di pebudak oleh ponsel.

Kecintaan Terhadap Blog

Monday, January 28, 2013

Kecintaan Terhadap Blog. Apakah kalian para blogger benar benar mencintai blognya? sampai sampai kangen rasanya tidak buka blog sehari saja? ehm.. dan itu wajar. Itulah kecintaan terhadap blog. Saya sendiri bukan master dalam blogger, tapi paling tidak saya juga bukan orang baru di blogger. Jadi saya pernah mengalami beberapa jenis kecintaan terhadap blog cerita anak kost ini.

Dalam perjalanan ngeblog, hampir persis seperti sebuah hubungan. Kadang di bawah dan kadang pula di atas, kadang bikin kita kangen kadang juga bukin kita jengkel atau paling tidak males. Berikut mungkin sededar sebuah flashback dari perjalanan cerita anak kost, dan mungkin bisa di ambil hikmahnya.

Pertama Kali Ngeblog

Pertama kali ngeblog adalah hal yang paling menyenangkan sekaligus menjemukan. Menyenangkan mungkin karena kita sebuah paradigma, 'aku punya website'. Boleh di katakan seperti itu, kita punya situs sederhana yang kita kelola sendiri.

Kecintaan Terhadap Blog
Yang namanya situs, itu konotasi nya seperti forum forum besar sekelas Kaskus, Yahoo, Kompas dan lain sebagainya. Artinya, keren kan kita punya 'sesuatu' di dunia maya, dimana orang banyak membancanya. Tapi ada hal yang menyebalkan pula, yaitu pengunjung. Saat saat itulah kita mendambahakan satu aja pengunjung mau datang sekedar mampir untuk membaca, membaca apa yang kita tulis atau kita sajikan. Dan disitulah titik perjuangan terhadap blog dimulai.

Penasaran Pada Blog

Tahap kecintaan kedua adalah rasa penasaran. Saat saat itulah kita mulai meng-otak atik blog kita, kita mulai me modifikasi template blog mulai dari yang sederhana sampai yang rumit. Kita mulai penasaran, kita mulai mencoba mencari jati diri dari blog kita dan menuangkannya dalam bentuk entah itu tampilan atau cerita cerita di dalamnya.

Dan yang paling mengasikan sekaligus membuat penasaran adalah template ataupun widget, kita merasa asik di dalamnya dan akan sangat pensaran kalau belum berhasil mencobanya di blog kita. Mungkin sekedar cerita sederhana 6 pedoman ganti template blog bisa menjadi pencerah bagi mereka yang masih melalui tahapan ini.

Semanggat Ngeblog

Kemudian tahapan dan kecintaan selanjutnya adalah semangat ngeblog, yaitu ketika ada sesuatu yang kita usahakan atau harapkan dari blog. Entah  itu lomba, masang iklan atau sebagainya. Saat saat itulah kita lagi semangat semangatnya ngeblog. Kita ingin sekali kalau blog kita ternyata mendapatkan gelar berhasil, atau paling tidak bisa mendapatkan apa yang kita cita citakan.

Kecintaan Terhadap Blog
Saat saat itu, kalau saya sendiri yaitu ketika perjuangan mendapatkan google adsense. Saya ingat sekali setiap minggunya, hampir selalu saya mampir ke google sekedar untuk mendaftar adsense. Namun entah berapa kali saya di tolak olehnya, dan saya tetap tidak pantang menyerah dan terus semangat. Saya selalu senang sekali melihat blog seseorang yang telah menempel iklan di dalamnya, sepertinya senang sekali kalau saya bisa seperti itu. Dan di saat itulah saya menulis panduan memilih iklan untuk blogger, yang merupakan pelampiasan keinginan saya yang sangat dalam terhadap adsense. Namun akhirnya, sampi suatu ketika, alhamdulilah adsense masih membuka mata untuk blog saya yang kecil ini. Dan tak lupa saya menulis rahasia khusus diterima google adsense sebagai suatu rasa syukur dan keinginan membagi pengalaman.

Mencintai Blog

Tahap ini yang paling dahsyat. Seolah saya telah benar benar kecanduan, sehari atau sewaktu saja saya tidak melihat blog saya, sepertinya benar benar rindu. Saya mengalami kecintaan yang berat terhadap blog ini. Sebagai buktinya, ketika saya terbaring di rumah sakit pun, saya masih memikirkan blog saya. Saya memikirkan postingan, memikirkan komentar teman teman bloger saya, memikirkan pengunjung dan lain sebagainya. Sampai sampai saya khawatir, apa segitunya saya cinta terhadap blog ini, bagaimana kalau saya mati saat di rumah sakit tapi justu belum menyempurnakan ibadah saya, eh malah memikirkan blog.

Sungguh masa masa yang benar benar kelam kalau menurut saya saat itu. Namun ya itulah fase, kita tidak bisa mencegahnya tapi kalau sudah fasenya lewat, ya akan reda dengan sendirinya. Cuma yang saya takutkan, kalau saya mati dalam keadaan mencintai blog bukanya mencintai Tuhan saya. Na udzubilah min zalik (semoga kita terhindar dari hal demikian)

Motivasi Menurun

Saat saya mendapati beberapa teman saya yang satu angkatan, yang boleh di katakan guru ngeblog saya. Mereka sudah tidak lagi aktif, saat itu saya katakan sayang juga blog mereka. Tapi ternyata saya mengalami hal yang serupa dengan mereka. Saya mengalami fase dimana motivasi terhadap ngeblog menurun, serasa buka blog saja malesnya minta ampun. Sudah benar benar bosan dan ingin sekali melupakannya.

Mungkin karena kesibukan, namun saat itu yang paling terasa bagi saya adalah ketika saya medapatkan pengalaman google adsense disable. Hancur rasanya blog yang saya buat dengan susah payah ternyata di tinggal oleh google, walaupun pada awal saya membuat ngeblog tidak ada niatan untuk mencari uang. Namun entah menggapa waktu itu, saya benar benar sedih dan kecewa berat, seakan tidak terima dan mencari jalan apapun. Untungnya Tuhan masih memberikan saya kesabaran dan kesempatan sekali lagi.

Konsistensi

Pejalanan selanjutnya dari kecintaan ngeblog adalah nilai konsistensi. Yang tidak lagi memandang itu suka atau duka, senang atau semangat, tapi kita harus konsisten menghasilkan tulisan tulisan orisinil dan sederhana yang insyaaloh bermanfaat untuk pembaca. 

Tahap ini adalah tahap yang paling sulit, apalagi bagi mereka yang di batasi dengan ide. Makanya saya menuliskan agar blog selalu update

Kecintaan Terhadap Blog
Namun faktor dunia nyatalah adalah penghambat yang paling besar sekaligus pengingat terbesar kita. Jujur selama saya ngeblog, mungkin saya hampir kehilangan separuh dunia nyata saya waktu itu, kali ini Alloh memberikan kembali kehidupan nyata saya. Namun seberapa besar kesibukan kita, kita harus tetap konsisten menghasilkan karya karya yang baik untuk blog ini. Meskipun ada sisi lain dari kegiatan ngeblog yang dikurangi, tapi itulah hukum alamnya. Dan konsistensi itulah wujud kecintaan terhadap blog.

Sikap Saat Pertama Kali Kerja

Wednesday, December 26, 2012

Sikap saat pertama kali kerja. Pertama kali kerja, merupakan hal yang paling menyenangkan oleh karenanya perlu di imbangi dengan sikap yang baik. Kenapa pertama kali kerja itu menyenangkan, sama seperti hal hal yang lain ketika kita pertama kali melakukannya. Walaupun grogi, tapi disitulah kita dapat pengalaman yang baru dan berhaga, paling tidak kita akan mendapat duit dari hasil kerja keras kita sendiri, ya ga?
Pertama kali kerja, adalah hal yang amat vital. Bukan seberapa besar gaji yang kita dapatkan dan bidang yang kita kerjakan, namum masalah sikap. Sikap untuk mengalahkan idealisme kita ketika kita sekolah atau berstatus mahasiswa.
Sikap Saat Pertama Kali Kerja

Ketika kita kuliah, kita mungkin menginginkan nanti kalau kerja akan mendapat gaji sekian, fasilita ini dan itu serta berbagai harapan yang lainnya. Bagus memang, artinya kita bercita cita dan berangan angan. Namun yang namanya kerja, itu adalah sebuah rizki, sesuatu yang memang menjadi rahasia ilahi yang termasuk juga maut dan jodoh. Kalau yang namanya jodoh, kita kan ga tau siapa akhirnya menjadi pendamping kita, bisa aja kita ud pacaran lama eh ternyata putus. Sedangkan yang baru kenal, bisa aja malah jadi istrinya. Jadi jodoh itu pun misteri sebagai mana layaknya kerja.

Kita bisa aja mengharap hal yang besar dari perkerjaan, bidang kerja yang sesuai background misalnya. Namun, kadang emang kerjaannya lagi belum ada atau mungkin kita tidak masuk kualifikasi ketika diadakan seleksi jenis pekerjaan tersebut. Nah disitulah sisi kita untuk mengalahkan ego kita, mengalahkan idealisme dan mimpi mimpi kita.

Saya punya teman di kalangan lulusan dari universitas ternama seperti ITB, UI atau ITS. Ketika mereka dalam masa masa akhir kuliah, mereka kadang sering berbicara tentang harapan dan kerjaan kedepan. Namun ketika mereka lulus, mereka baru merasakan sulitnya mencari kerja dan kenyataan yang saya tau, mereka ternyata kerja di tempat yang boleh di bilang tidak jauh dari apa yang mereka angankan dahulu.

Ya boleh lah kita menginginkan gaji 5 juta, di Oil Company, fasilitas ini dan itu. Namun kembali lagi, rizki (kerjaan) itu barang yang misteri, kita ga akan pernah tau. Jadi ketika ada kerjaan di depan kita, lebih baik terimalah itu dan nikmati lah disitu sambil mengerti seperti apa yang namanya kerja, seperti itulah sikap ketika pertama kali kerja.
Setelah kalian menggerti seperti apa kerja, bagaimana lingkungan dan kegiatan di dalamnya. Baru nanti kalian akan lebih menghargai yang namanya kerja.
Sikap Saat Pertama Kali Kerja
Setelah dapet duit, terserah dah mau di apain aja. kalau kita biasanya selalu mengandalkan duit dari orang tua, dan kalau beli apa apa musti ijin atau bahkan kadang minta jatah lagi. Sekarang sudah tidak, semua bebas kita mau beli apa asal cukup aja duitnya, hehehe. Hal yang menarik lainya ketika kerja adalah, kita sudah tidak lagi perlu menghapal seperti layaknya di sekolah. Jadi, sedikit lebih enak.

Namun tidak mutlak lebih enak di banding dengan sekolah, di kerja pun kita punya tantangan baru yang berbeda dengan dunia sekolah. Masih tetap ada ujian, terutama dari atasan atau kalau sedang di kejar deadline. Masih pula harus belajar hal hal baru yang bisa jadi sangat berlainan dengan dunia pendidikan ketika kita kuliah.

So, semua kembali kepada anda. Ada yang menanti pekerjaan yang di impikan sehingga beberapa pekerjaan yang ada di depan mata di tolak, padahal kejaan yang di angankannya pun belum tentu menjadi miliknya. Ada juga yang punya sikap, apapun kerjaan yang pertama kali menerima saya, itu saya akan lakukan. Semua itu tergantung sikap anda, yang harus dipahami bahwa kerjaan adalah rizki, yang penting kita harus memiliki carapadang dan sikap yang benar saat pertama kali kerja.

Nikah Membuat Orang Lebih Dewasa

Tuesday, November 27, 2012

Nikah membuat orang lebih dewasa? apa benar nikah membuat lebih dewasa dalam pemikiran,  benar tidak ya? ehm, kadang ha tersebut suka melintas di benak ku. Aku sendiri belum nikah, namun entah mengapa pertanyaan ini sering datang dan dibenakku untuk mencari alasanya. Apa benar dengan pernikahan akan membuat orang lebih dewasa, kadang juga sering mengkaitkan dengan pelajaran agama kalau nikah itu sebagian dari iman, tapi apa hubungannya dengan kedewasaan ya?

Nikah Membuat Orang Lebih Dewasa

Pernikahan Di Mata Agama

Kalau namanya sebagian dari iman, berarti orang yang belum nikah imannya belum sempurna? masih ada sebagian lagi yang harus di penuhi dari pernikahan. Aku sendiri bukan ahli agama dan tidak bisa mengomentari tentang hal ini. Namun yang ketika seseorang telah menikah, maka yang jelas sikapnya pun berubah, tidak lagi selengean seperti ketika dirinya masih lajang.

Coba ya kita perhatikan, kalau orang yang masih lajang, apalagi seperti aku yang anak kost. Kadang kalau orang yang masih bujang, saat suntuk paling enak adalah main ke kost teman atau kalau perlu menginap di sana. Hal itu bebas bebas saja dan ga ada yang peduli asalkan aku tidak menggangu yang lain. Kalau orang yang sudah nikah? ehm, sepertinya tidak bisa main seenaknya, paling tidak istrinya bakalan nyariin. Kalau kata temanku yang ud nikah, ada yang nungguin di rumah jadi harus pulang. Meskipun aku sendiri ga tau di rumah si istri nunggu ngapain (kira kira nungguin apa ya?.. waduh jangan mikir jauh jauh ah, nanti jadi kepengin).

Sikap Orang Yang Sudah Menikah 

Satu lagi yang paling nyata bedanya, misalnya kita sedang tidak suka dengan seseorang. Kita bisa saja frontal kepadanya, protes atas sikapnya atau apapun. Dan kalaupun ternyata dia satu kelompok atau bahkan satu kerjaan sekalipun, kita bisa saja pergi dari dia, menghidar untuk mencari kelompok lain. Misalnya pula, kalau kita punya bawahan, dan dia melakukan kesalahan, kita bisa pecat atau minta ganti orang. Bebas ga ada yang ngelarang selama kita punya kuasa.

Nikah Membuat Orang Lebih Dewasa
Namum bayangkan saat kita tidak suka terhadap istri atau anak, saat mereka berbuat salah, kita tidak bisa seenaknya seperti di atas. Paling tidak kita masih tetap ketemu dengannya, bahkan satu rumah dan pasti mau ga mau akan ketemu. Kalau anak kita berbuat salah, sebesar apapun itu kita tidak bisa frontal apalagi sampai mengusirnya. Ia masih menjadi anak kita, dia akan tetap menjadi anak kita dan kita akan tetap bertemu dengannya esok hari.

Mungkin seperti itu yang membedakan orang yang sudah nikah dan yang belum. Kesalahan dalam sebuah keluarga sepeti sakit pada ujung jari, walaupun ujung jari yang sakit tapi badan yang lain ikut merasakan. Ketika kita mengerjakan sesuatu lalu tiba tiba tangan kita kejepit, kita tidak bisa serta merta memotong tangan itu untuk menghilangkan rasa sakitnya, justru tubuh yang lain ikut merasakannya. Ya mungkin seperti itulah gambaranya, kalau sudah menikah, susah senang, salah benar semua di tangung bersama. Mereka semua menjadi bagian dari hidup kita yang tidak bisa senaknya kita putuskan, jadi kita harus benar benar menjaga sikap kita.

Mungkin dari itulah pula mengapa menikah itu membuat orang lebih dewasa, karena sikapnya pun berubah dan lebih terkontrol. Namun saya sendiri pun belum tau, saya masih hanya meng-ira ira dan belum bisa mempraktekan. Mungkin, teman teman yang sudah berkeluarga bisa bercerita apakah benar, nikah membuat orang lebih dewasa

Menilai Karakter Dari Bola Mata

Wednesday, November 7, 2012

Menilai karakter dari bola mata. Ilmu menilai karakter dari bola mata ini saya dapetkan secara tidak senggaja dulu waktu aktif dalam bisnis. Dimana kita tau, ketika kita berbisnis kita akan sering untuk bertemu dan melakukan negosiasi dengan orang, apalagi kalau bisnisnya berkenaan dengan orang. Bisnis apa coba? MLM, ya itu dulu saya pernah menjalani itu dan saya pun mengambil beberapa manfaat di dalamnya termasuk dalam hal komunikasi dan karakter.

Kita lupakan bisnisnya dan kita fokus terhadap bagaimana menilai karakter dari bola mata. Sebenarnya ini ada tekhniknya, cuma saya lupa apa nama dan materinya, saya pun pernah di ajarkan dulu waktu ikut pelatihan CPR (communication and public relation). Namun saya akan menjelaskan dan memaparkan dengan cara saya apa yang saya tau.

Ada tiga karakter yang bisa di nilai dari bola mata, yaitu Auditori, Kinestetik dan Visual. Berbeda dengan artikel menilai karakter yang pernah saya bahas sebelumnya, dimana itu di nilai dari kepribadiannya dan melalu test. Menilai karakter dari bola mata ini sesuai judulnya, kita bisa mengetahui dengan melihat bola matanya. Sebenarnya pun bisa melalui test, namun cara paling sederhana menilainya adalah dengan matanya.

Menilai Karakter Dari Bola Mata

Cara Menilai Karakter Dari Bolamata

Untuk mengetahinya, kita bisa membuat orang yang ingin kita nilai karakternya supaya berfikir, lalu kita amati pergerakan bola matanya. Coba tanyakan sesuatu yang membuatnya berpikir, biasanya saya menanyakan
Kapan terakhir kamu sakit
Kalau dia bilang udah lama, tanpa memikirnya dahulu. Kita bisa tanya lebih detail, kapan kira kira, tahun berapa atau bulan berapa? setelah ia berpikir, kita melihat matanya apakah bergerak ke atas, di tenggah atau di bawah. Biasanya pergerakannya ke kanan dan kekiri.

Menilai Karakter Dari Bola Mata

1. Karakter Visual

Orang yang memiliki karakter visual, biasanya bola matanya ketika dia berfikir berada di atas. Bergerak ke kanan dan kekiri tapi ia memandang ke atas, orang jenis ini adalah orang visual. Karakter orang visual adalah ia yang suka dengan segala sesuatu yang terlihat bagus, mengkilat menawan atau apapun yang di pandang indah.

Keuntungan lain dari kita tau karakter seperti ini, kita bisa memberikan hadiah yang tepat. Misalnya, berikan ia berlian atau emas, yang berkilau. Kalau anda anak kost dan tidak punya uang, seperti saya ini, ya berikan sesuatu yang memang indah di pandang. Karena orang jenis ini memang lebih mementingkan sisi yang ia lihat.

2. Karakter auditori.

Orang yang memiliki karakter auditori, bola matanya biasanya berada di tengah tengah, jadi datar ketika ia berfikir. Orang jenis ini, ia lebih senang terhadap segala sesuatu yang menimbulkan suara. Ia senang di puji, di agungkan atau segala sesuatu yang dapat menyenagkan telinganya. Karakter jenis ini juga biasanya cepat belajar dari pendengarannya, ia kadang tidak memperhatikan apa yang di dengarnya tapi apa yang di ucapkan akan lebih tertanam.

Saya termasuk orang yang auditori, jadi ketika dosen menjelaskan maka yang saya lebih perhatikan adalah apa yang dia ungkapkan dan ucapkan daripada apa yang ia tulis. Dengan tau karakter seperti ini, ada pun bisa mengetahui cara mana yang lebih efektif anda belajar dan memahami. Untuk memotifasi orang jenis auditori, kita bisa mengajaknya dengan : 'ntar di sana enak loh, ada musik yang asik, suara burung yang merdu dan suara angin yang berdesis'. Ia akan lebih termotifasi dengan hal tersebut.

3. Karakter kinestetik

Karakter jenis ini adalah karakter yang lebih memandang suasana atau lingkungan. Suasanan yang romantis, suasana yang menyentuh dan lain sebagainya. Sisi perasaan dan lingkungan yang paling di perhatikan oleh orang karakter kinestetik. Kalau anda inggin mengajak karakter jenis kinestetik, berikan suasana yang redup, musik yang lirih tapi syahdu dan benar benar bisa di rasakan menari (saya sulit mendeskripsikannya, tapi mudah mudahan anda paham ya).

Selain dari bola mata, kita sebenarnya bisa menilai karakter seseorang itu dari kecenderugannya. Misalnya, mana yang sering anda pakai 'kelihatannya, kedengarannya, rasa rasanya'. Misalnya anda mengungkapkan demikian, 'kedengarannya menarik' berarti anda tipe orang yang auditori. Kalau anda bilang, 'kelihatanya bagus' berarti anda orang visual dan begitu seterusnya.

Satu lagi kalau anda ingin mengetesnya, misalnya ketika anda ingin memesan makanan di warung. Anda bilang, pak estehnya tiga ya (sambil menunjukan empat jari tanggan anda). Kalau nanti dia bawa empat, berarti dia melihat dari jari yang anda acungkan, dia tipe visual. Kalau dia membawa 3, berarti dia orang auditori, dia memperhatikan perintah dari apa yang dia denggar.

Itulah hal sederhana bagaimana menilai karakter, memang kadang sering tidak mudah untuk mempraktekannya dan menyesuaikan dengan lingkugan. Tapi paling tidak, kita tau kecenderugan orang tersebut dengan menilai karakternya dari bola mata.

Adaptasi di Tempat Baru

Monday, October 29, 2012

Adaptasi di tempat baru. Bagaimana cara adaptasi di tempat baru, misalnya ketika baru pertama kerja? atau tempat lain seperti baru masuk universitas misalnya. Adaptasi mutlak perlu dilakukan bila kita memasuki dunia baru dan kalau kalau kita mau bertahan. Seperti konsep Charles Darwin, "yang lemah akan binasa yang kuat akan bertahan" Pertanyaan sederhana, bagaimana supaya kuat? ya kita beradaptasi agar kita bisa menyesuaikan diri dengan lingkuangan.

Bentuk adaptasi paling sederhana adalah dengan kita mengenalkan diri kepada lingkungan. Dengan mengenalkan diri terhadap lingkungan, lingkungan nantinya akan memperkenalkan kepada kita. Bagaimana bisa? Misalnya, kita baru di kampus, kita tidak tau dimana dan bagaimana mengurus pendaftaran ulang dikampus, apalagi kita orang baru dan bukan dari daerah tersebut ditambah kita tidak punya taman sama sekali. Yang perlu kita lakukan hanyalah bekenalan dengan salah seorang dari mahasiswa yang sama sama baru, darinya kita akan merasa senasib sepenangungan dan kita akan mencari tau bersama.

Sukur kalau yang kita ajak kenalan adalah orang asli dari daerah tersebut, dia akan mengenalkan kepada teman temannya dan tentunya kita akan dikenalkan pada lingkungan yang baru. Dari situ kita akan mengenal dimana tempat kost, dimana tempat makan dan tempat tempat lainya yang belum kita ketahui.

Lalu bagaimana adaptasi di tempat kerja? yang kita sendirilah yang menjadi orang baru di sana sedangkan tidak ada yang masuk bareng dengan kita. Dimana orang orangnya baru, lingkungannya baru dan pergaulannya baru yang kita sendiri belum pernah sama sekali mengetahuinya. Mungkin ini akan membuat stres sebagian orang, kenapa? karena teman saya sendiri pun ketika pertama kali kerja di 'kerjain' sama orang di sana.
Adaptasi di Tempat Baru

Pengalaman Adaptasi Di Tempat Kerja Baru

Teman saya itu baru, dia masuk setelah saya masuk kerja. Jadi, saya sedikit lebih senior. Dan setelah beberapa lama, dia ternyata mengaku kalau disuruh mencari seseorang dan ternyata orang yang pertama kali di tanya adalah orang yang dia cari, jadi dia sempat mencari mutar muter sebelum akhirnya tau kalau orang pertama tadi adalah orangyang ia cari.

Dan ketika aku menemuis si bapak tadi yang ngerjain temanku, dia ternyata bercerita.
'za, kamu kenal si asti?' tanya beliau kepada saya,
'kenal pak, kenapa emang?' jawab saya,
'kemarin habis aku kerjain dia' lanjut si bapak 'masa orang S1 sikapnya kaya gitu' beliau sambil cerita apa yang terjadi.
Yang jadi pertanyaan kenapa temanku yang di kerjain, sementara aku sendiri yang masih tergolong baru tidak di kerjain, jawabanya karena aku lebih cepat bisa beradaptasi.

Cara Adaptasi Di Tempat Baru

Sebenarnya kalau kita mau adaptasi di tempat baru tidaklah sulit, cukup mudah caranya yaitu dengan kita berkenalan dengan satu satu orang saja di perusahaan. Usahakan agar kita akrab, tapi jangan so akrab, semua butuh waktu dan proses tapi kita bisa mempercepatnya. Biasanya orang yang aku kenal pertama kali adalah officeboy, karena mereka lebih merakyat asal kita mau mengahargai bukanya merendahkan. Kalau kita kenalan langsung sama orang yang se-level atau bahakan senior kita, kita akan di cuekin karena memang itulah latihan mentalnya. Tapi itu tidak berpengaruh bagi aku karena aku gunakan teknik pengenalan ke level yang paling rendah dulu.

Seorang officeboy, dia akan tau seluruh informasi dari kantor tersebut bahkan gosip sekalipun. Ambil hati orang tersebut dan kita akan tau semua informasi, biasanya saya akan mencari officeboy yang berjualan. Atau seseorang yang berjualan makanan di sana, dengan kita membelinya, dia akan merasa di hargai, kemudian kita mulai tanya sedikit demi sedikit. Selain officeboy, biasanya saya kenalan juga sama satpamnya. Paling tidak saya akrab sama keduanya, fungsinya apa? untuk teknik menghapal nama.

Karena nama adalah hal yang paling indah di dengarakan bagi seseorang, ia akan merasa dihargai kalau namanya di sebutkan. Kadang begitu kita kenalan, namanya sering lupa. Nah, saya tanya ke officeboy tadi, 'mba, orang yang duduk di sini namanya siapa ya?' dia akan menjawab, supaya tidak lupa lagi, saya catat dah. Hehe, kita sudah mendapat satu impresi yang baik dengan menyebut namanya nanti. Selanjutnya terserah anda.

Jadi bagaimana beradaptasi di lingkungan baru adalah dengan mengenal satu orang saja, jalin hubungan yang baik, dan darinya kita akan mendapat semua informasi yang kita butuhkan. selamat adaptasi di lingkungan baru.

Menunggu Motivasi

Thursday, October 18, 2012

Menunggu Motivasi. Kala sedang bosen biasnya orang menunggu motivasi yang biasanya ia dalam keadaan tidak bersemangat dan bilang 'lagi BT nie' (Bosen Total, red). Memang kemalasan merupakan alasan yang paling kuat untuk tidak melakukan sesuatu, pada saat itu biasanya kamu menunggu apa? yang kamu tunggu motivasi kan!

Tidak ada yang salah dengan kemalasan, itulah sifat dasar manusia yang kadang bersemangat dan tak jarang juga bermalas malasan. Namun permasalahanya ketika kamu malas kemudian menunggu datangnya semangat apakah itu akan datang dengan sendirinya? apakah motivasi kemudian menghampiri. Dan apakah ketika ia datang kemudian... hup, akhirnya semua tugas kamu selesai dikerjakan. Apakah seperti itu? belum tentu kawan, bisa saja pas motivasi datang justru waktu pengerjaan nya telah selesai. So tidak ada waktu lagi untuk mengerjakannya! apakah pernah atau jangan jangan sering?

Menanti Motivasi

Motivasi bukan hal yang tiba tiba datang, seperti tukang es di siang bolong. Pun hal tersebut tidak bisa di tularkan apalagi di paksakan. Motivasi datang kalau kita bergerak, so 'lupakan motivasi, lakukan saja'
Kalau anda ingin berolah raga, lakukan saja tanpa menunggu semangat. Kalau anda ingin menulis, lakukan saja tanpa harus berpikir panjang. Ambil pena atau mulailah mengetik sesuatu di depan komputer, tulislah apa saja! motivasi akan datang manakala kita sedang bergerak, motivasi akan datang manakala anda mulai melakukan sesuatu, ia tidak datang begitu saja.

Pertanyaan selanjutnya apakah kamu termasuk orang yang menunggu semangat ketika bergerak? Ya hal tersebut memang bagus, dengan adanya motivasi apa yang kita kerjakan lebih menyenangkan. Namun sisi sebaliknya akan terjadi, manakala semangat tidak datang, kamu pun akan malas malasan. Itulah motivasi, motivasi adalah canndu.

Motivasi adalah layaknya cinta dan kebahagiaan, begitu menurut Jhon C. Maxwell, ia hanya produk sampingan, hanya sebuah bonus. Ketika anda terlibat sesuatu tanpa menantikan semangat, motivasi akan datang lewat cara yang tidak di duga duga, dan dari sana akan timbul perasaan senang melakukan sesuatu tersebut dan ingin melakukannya terus menerus.

Lakukan sesuatu hal tanpa menunggu semangat, lakukan apapun dan kemudian semangat akan datang dan membuatmu bergairah, so jangan pernah menunggu motivasi

Yang Membuat Hati Tenang

Friday, October 12, 2012

Yang membuat hati tenang. Kalau anda di tanya apa yang membuat hati tenang? mungkin jawabanya akan bermacam macam. Ketenangan hati bisa juga kadang di artikan sebagai kebahagiaan, kalau dia bahagia maka hatinya tenang. Tidak salah meski sebenarnya pondasi kebahagiaan sesunguhnya dari ketenangan hati, jadi bukan karena bahagia lantas hati tenang melainkan sebaliknya. Lalu apasaja yang bisa membuat hati tenang? uang, kepintaran, orang yang kita cintai, keindahan tubuh, jabatan atau fasilitas lainya. Bisa jadi salah satu dari itu.

Yang Membuat Hati Tenang

Kalau bicara mengenai uang, memang kekurangan uang sumber dari kesengsaraan. Artinya kalau dia punya banyak uang bisa jadi ia akan bahagia. Namun coba kita lihat, apakah dengan uang yang melimpah lalu ia bisa membeli apapun, membeli setiap yang ia inginkan lantas ia jadi bahagia? bisa jadi demikian. Faktanya ketika ia di beri banyak uang pun belum tentu bahagia, kenapa? mungkin ia kepikiran kalau uangnya akan di colong, atau ia merasa uangnya kurang lantas mati matian hidup mencari uang dengan menghalalkan segala cara. Di sisi lain, orang yang kelebihan uang pun akan tetap merasa tidak nyaman dengan apapaun yang ia bisa beli sampai akhirnya ia bingung harus membeli apa yang bisa membuatnya bahagia. Yang jelas uang nya akan selalu menjadi pikiran baginya dan tak jarang yang membuat orang stres.

Lalu ada juga yang meletakan ketenangan hatinya pada seseorang, istri, anak atau orang lain yang ia cintai. Sehingga ketika ia bersamanya akan datang kebahagiaan bahkan ketenangan karena selalu ada yang bisa ia lihat, selalu ada yang bisa ia bagi kepada orang yang ia cintai. Namun, ketika orang yang ia cintai itu pergi darinya bisa jadi itu akan merubah keadaan dirinya dan ia pun menjadi stres, bingung bahkan putus asa. Jadi, apakah orang lain bisa menjadikan dirinya tenang?

Jabatan, fasilitas atau bentuk tubuh yang sempurna sekalipun tidak akan bisa mendatangkan ketengangan. Bisa jadi kita bahagia karenanya, namun adakalanya kita pun dibuat sengara karenanya. Jadi semua itu bukanlah sumber ketengangan hati, lalu apa yang membuat hati tenang? kalau kata pepatah 'illa bidzikrillahi tat mainul kulub' yang di terjemahkan sebagai 'hanya dengan mengingat tuhan hati akan tenang'

Pertanyaan nya kenapa dengan mengingat tuhan hati akan tenang? orang yang mengingat tuhan, ia tidak punya motivasi apapun selain karena tuhannya, jadi apa yang ia kerjakan dan ia miliki bisa ia iklaskan, semua kembali ke pada Tuhan. Misalnya ia punya uang banyak, lalu tiba tiba uangnya di curi. Ia tidak akan terlalu sakit karena ia sadar bahwa uang itu milik-Nya yang suatu saat akan di mintanya kembali.

Ketika ia kehilanggan orang yang amat ia cintai, ia pun sadar bahwa semua itu tidak ada yang abadi kecuali tuhan. Ia sadar bahwa dulu ia sendiri, sekarang ia di temani oleh orang yang ia cintai lantas suatu saat pun ia akan kebali sendiri.

Orang yang mengingat Tuhan seyogyanya dia orang yang tulus, ia merasa tidak punya apa apa. Yang kalau pun salah satu kesempurnaan tubuhnya di ambil oleh yang kuasa, ia pun iklas dan tetap saja menjalaninya dengan apa adanya. Memang tidak mudah untuk menjadi seseorang yang selalu ingat tuhan, namun memang tidak dapat di pungkiri dialah sumber ketenangan. Tanpa kita berdoa pun, ia masih saja memberikan apa yang kita inginkan hanya saja kita sering lupa kapan pernah menginginkan sesuatu tersebut.

Saya sebenarnya tidak bermaksud menggurui hanya saja ingin menasehati diri sendiri lewat tulisan ini. Semoga saya selalu menjadi orang yang mengingat Alloh, mengingat tuhan sehingga saya selalu memperoleh kebahagiaan apapun yang saya alami. Dan akhirnya saya menemukan apa yang membuat hati tenang

Do'a Keliru Saat Ulang Tahun

Saturday, September 29, 2012

Do'a keliru saat ulang tahun. Ketika seseorang berulang tahun, biasanya kita selalu mendo'akan ‘selamat ulang tahun, semoga panjang umur’. Kita mendo'akan dia di ulang tahunya supaya umurnya panjang, artinya lebih lama hidup di dunia ini. Sebenarnya do'a tersebut tidaklah salah, namun ada sudut pandang yang berbeda tentang do'a panjang umur tersebut. Bahwasanya umur manusia itu sebenarnya sudah di takdirkan, artinya memang sudah ada batasnya, hanya saja kita tidak tahu. Ada orang yang meninggal masih muda, sakit misalnya di usianya yang 17, bukan berarti ia tidak panjang umur, hal tersebut memang sudah di takdirkan umurnya hanya sampai 17 tahun.


Jadi pada dasarnya ketika orang berulang tahun, ia berarti sudah kehilangan satu tahun jatah hidupnya di dunia, artinya semakin pendek saja jatah hidup orang tersebut. Jadi kalau kita mendo'akan panjang umur, sebenarnya hal tersebut sia sia kalau boleh di bilang, karena memang sudah di jatah umur seseorang.

Ada do'a yang lebih baik saat ulang tahun seseorang, yaitu :

‘semoga anda di karuniakan umur yang berkah’

Nah ini do'a yang sederhana namun baik. Alasannya, karena umur yang berkah akan bermanfaat dan memiliki nilai kebaikan. Lihat saja setan, dia di karuniai umur panjang, bahkan nenek buyutnya masih hidup sejak jaman adam sampai nanti ketika kiamat tiba. Tapi apa yang di lakukan setan? Apakah berkah umurnya, dia hanya menambah nambah dosa dengan menggoda umat manusia. Apakah kita mau seperti setan yang umurnya panjang tapi banyak maksiat dan dosa? Saya kira tidak ada yang ingin.

Dengan umur berkah, bisa saja ia mati muda namun dalam kegiatan sedang menimba ilmu, dan orang pun akan mengenalnya sebagai orang baik nantinya, akhirnya semoga ia bisa masuk surga. Atau bisa jadi umurnya panjang (lebih dari 60 tahunan) namun ia juga melakukan banyak kebaikan, sodakoh, mengajar, memberikan motivasi dan bimbingan yang baik ke orang orang. Umur panjangnya, justru ia lakukan untuk kebaikan, kebaikan itu pula lah yang masih bisa kita do'akan untuk orang yang sedang ulang tahun. Saya kira, itulah alasan sederhana mengapa do'a ‘semoga panjang umur’ menurut saya adalah do'a keliru saat ulang tahun.

Menghargai Karya Orang Lain

Wednesday, August 22, 2012

Menghargai karya orang lain. Memberikan pengharagan terhadap karya orang lain itu perlu, satu hal yang bangsa dan masyarakat kita jarang sekali untuk melakukan. Terkadang kita hanya mengunakan, menikmati dan tidak mau perduli apalagi sampai menghargai karya orang lain. Pertanyaan sederhana, walaupun mereka tidak memberikan harga atas karyanya apakah kita pun bisa seenaknya?

Cotoh sederhana seperti ini,  kita mengunakan template blog orang (yang bisa di download gratis) kemudian kita menghapus credit title nya karena merasa tergangu. Ehm, saya rasa itu satu bentuk yang paling sederhana. Atau kita mengcopy karya orang tanpa menyertakan sumbernya, itu juga termasuk tidak mengharagai karya orang.

Menghargai karya orang lain

Satu lagi contoh, seperti musik yang kita download secara bebas, itu juga termasuk tidak menghargai karya orang lain. Kalau kita suka musiknya, senang dengan groub bandnya, lebih baik beli CD aslinya. Kita juga harus mensuport mereka dengan membeli karyanya, dengan demikian mereka pun masih tetap bisa terus berkarnya. Andai suatu saat nanti group band yang kita cintai tidak lagi exsis, mungkin kita pun harus menyalahkan diri kita sendiri karena mereka tidak lagi ada dana.

Saya sendiri pun belum sepenuhnya bisa menghargai karya orang lain, namun ketika saya mencobanya dan saya tidak bisa, saya mulai menghargai karya mereka. Ketika kita membuat template atau menulis sesuatu yang tidak bisa sebagus mereka, mungkin itu akan membuat kita untuk bisa menghargai karyanya. Atau mungkin kita harus merasakan dahalu keadaan seperti mereka, baru kita akan menghargai. Ketika tulisan anda di kompas dan ia tidak menyertakan sumbernya, bisa jadi anda marah, dari sana anda mungkin belajar untuk bisa menghargai karya orang lain. Ketika anda kesulitan di musik, anda mungkin akan menghargai karya musiknya.

Dengan menghargai karya orang lain, mensuportnya, mendukung atau apapun yang kita bisa, walaupun sekedar mengucapkan trimakasih. Maka anda telah menghargai karya orang lain, membuatnya merasa berharga dan terus berkarya. Tidak ada kata terlambat untuk menghargai karya orang, sepertinya kita pun harus belajar dari bangsa barat yang selalu bisa menghargai karya orang lain

Era Informasi Atau Sampah Informasi

Friday, August 3, 2012

Era Informasi Atau Sampah Informasi - Era informasi dimana kita hidup, disamping itu kita di jejali sampah informasi. Seperti kita tahu apa yang ada di belahan dunia, saat itu juga kita tau tanpa harus mengunjunginya. Kita bisa bertukar informasi oleh siapapun dan dimanapun, semua serba transparan. Kita bisa memilih apapun yang kita pelajari, mulai dari TV, buku, koran dan majalah bahkan dari media yang paling keren, internet. Pertanyaan sederhana, apakah semua infomasi itu mendatangkan kemudahan?

Era Informasi Atau Sampah Informasi

Bila kita memandang seratus tahun yang lalu, ketika orang ingin belajar meditasi, ia terpaksa harus mendaki pegunungan India untuk belajar di sana. Jauh sebelumnya orang percaya bahwa bumi itu datar dengan eropa serta afrika sebagai ujungnya, bahkan  Galileo orang yang mengatakan bumi itu bundar langsung di hukum dan akhirnya mati. Ilmu pengetahuan sunguh terbatas saat itu.

Kemudian jauh 1000 tahun sebelum itu, pengetahuan boleh dikatakan nol. Dalam bukunya Michael J. Gelb menyebutkan pada abad pertengahan, mayoritas pemikiran kaum intelek dan upaya manusia hanya dihabiskan untuk memikirkan pertannyaan-pertanyaan mengenai doktrin-doktrin yang sangat sederhana. Disamping itu kaum agama tidak ragu untuk menghukum siapa saja yang mempertanyakan dogmanya. Hai ini tentu saja tidak membiarkan pemikiran bebas.  

Dewasa ini semua alat komunikasi yang telah di temukan: telpon, radio, televisi, faximil, komputer pribadi dan internet. Semua bergabung membentuk jaringan kompleks bagi pertukaran informasi global. Dahulu orang tidak mengenal waktu, sekarang kita hidup dikendalikan oleh waktu. Buku yang awalnya hanya untuk kaum elit, kini bukan hanya buku, bahkan kita di banjiri data yang belum pernah terjadi di abad abad sebelumnya.

Lebih banyak informasi memang, juga diikuti lebih banyak sampah. dimana informasi yang kita cari justru membingunakan kita, bukannya memberikan solusi atas apa yang kita cari terkadang membuat kita bingung. Kita harus memilih dan memilah mana yang sesuai. Lebih banyak informasi, lebih banyak pilihan dan tentu lebih banyak keluhan.

Ya hampir sama seperti kita berbelanja, ketika kita tidak punya pilihan kita akan bingung. Lebih banyak pilihan pun kita tambah bingung. Sederhanan saja, misalnya ketika kita mencari informasi di internet melalu mbah google, kita ketik kata kunci, banyak memang yang tertera, bahkan ada yang sesuai. Namun ketika kita buka, hanya situs sampah yang justru 'hanya mencari kembali kata kunci tersebut' atau situs PDF yang tidak bermutu yang memberikan link entah kemana. Dan akhrinya kita harus memilihnya lagi.

Dan seperti ini mungkin yang di anggap sebagai Black Hat SEO, sebuah situs yang mengunakan teknik kotor untuk mengait pengunjung agar masuk ke situsnya. Akhirnya pengunjung pula yang di bingungkan dan pusingkan, seperti yang di bahas oleh Hzndi (trima kasih pula atas award yang di berikan kepada blog cerita anak kost ini) tentang Black Hat SEO, situs seperti ini yang memang mencari dan ingin menaikan pengunjung yang mampir ke blognya.

Ya kita di banjiri informasi, juga opini opini yang belum terbukti, media yang hanya berpromosi, informasi yang sengaja menipu kita bahkan sampai menyesatkan. Kita hidup di jaman yang memiliki banyak kemungkinan, lebih banyak ke bebasan, lebih banyak pilihan. Resikonya kita harus menghadapi lebih banyak sampah, kita harus menerobos sampah tersebut untuk jeli memilih dan memilah. Dan tentunya harus lebih banyak filter yang harus di terapkan. Bagaimana pendapat anda mengenai kehidupan kita di era informasi atau sampah informasi

Antara Mata dan Telinga

Thursday, May 10, 2012

Antara mata dan telinga - Kemarin (10 kemis 2012) media indonesia membahas perayaan hari glaukoma sedunia yang di rayakan oleh rumah sakit aini dengan mengadakan seminar bertajuk 'jangan biarkan hidupmu gelap oleh glaukoma'. Glaukoma merupakan penyakit serius yang menyerang mata dan sayangnya penyakit ini tidak bisa di sembukhan dan dapat menimbukan kebutaan permanen.

Mata adalah jendela dunia dimana dengan mata 83% informasi kita terima dan kita proses di otak. Namun penyakit glaukoma ini bisa menjadi penutup dari informasi yang kita terima dari mata. Glaukoma adalah penyakit yang di timbulkan oleh saraf, memiliki dua varian, gluakoma primer dan sekunder. Berbeda dengan gluakoma primer yang lebih cenderung di turunkan dari keluarga, glaukoma sekunder dapat terjadi karena tekanan darah tinggi tekanan darah rendah, diabetes ataupun mingren.

Gluakoma memang menyebabkan kebutaan, namun kalau hal tersebut dibandingkan dengan kehilangan pendengaran, apa jawaban anda? lebih  penting mana antara mata dan telinga? Ga punya mata, kita ga bisa melihat keindahan dunia ini dan kalau kita tidak memiliki telinga kita tidak bisa mendengar lantunan suara nan merdu. Pilihan yang sulit, mungkin anda lebih memilih mempertahankan mata karena bisa melihat warna dan indahnya dunia,bukan begitu?

Antara Mata dan Telinga
Mata dan telinga adalah sarana yang amat penting, karena dengan kedua indra tersebut kita bisa menerima informasi. Makanya ada dalam suatu keyakinan bahwa orang yang tidak memiliki kemampuan melihat serta mendengar maka ia di bebasakan dari semua hukum agama. Ya itu adil, ia tidak bisa memerima ajaran mana yang benar dan mana yang keliru sehingga ketika ia berbuat salah, ia tidak dikenakan dosa.

Dengan mata maka kita bisa melihat semua informasi sekalipun ada di unjung dunia, pakai internet misalnya. Mata kita bisa melihat keindanan dan kecantikan rupa. Juga dengan mata hal itu bisa menjadi ladang dosa. Karena mata, nafsu bisa mendera akhirnya agama jadi nomer sekian yang penting nafsu terpuaskan.

Tapi mata punya kelemahan? kalau tidak ada cahaya, maka kita tidak bisa melihat. Di dalam ruang gelap misalnya, bisa kah mata melihat? di samping itu mata bisa kita kendalikan, pejam kan saja mata sudah tidak bisa apa apa. Atau bahkan ketika muka ini menoleh ke sebelah, ia bisa mengalihkan pangangannya sehingga tidak mampu melihat.

Lain halnya dengan telinga, organ ini yang pertama berfungsi pada manusia. Olehkarenanya ketika ada anak lahir ke dunia, dianjurkan adzan dan ikomah di telingganya. Sementara matanya? masih belum terbuka. Kehebatan dari telinga ia tidak membutuhkan apa apa untuk bisa mendengar, bahkan dalam gelap ia masih bisa melakukan fungsinya.

Telinga adalah indra yang tidak pernah istirahat. Ketika seseorang tidur, maka ia akan mengistirahatkan matanya namun tidak dengan telinganya. Goyangkan tanganmu di depan matanya yang terpejam, ia tidak akan bereaksi apa apa. Namun sekali saja ia mendengar suara yang menggangu, ia akan terbangun dari tidurnya.

Telinga juga organ yang paling sensitif bagi tingkah laku kita. Misalnya, ketika kita mendengar sutu kabar (biasanya yang kurang enak) maka hati kita akan berdebar dan berusaha mencari kebenaran dengan 'mata kepalanya' sendiri. Pembuktian lewat mata menjadi hal yang kedua setelah telinga. Begitu pula dengan profokasi, gosip atau fitnah. Orang akan lebih mudah terpancing emosinya lewat apa yang dia dengar daripada apa yang dia lihat.

Oleh karena telinga tidak bisa kita kendalikan, maka hati ini yang menjadi filter. Kita sendiri yang harus memilah dan memilih mana yang pantas kita dengar, dengan meninggalkan pembicaraan daripada akhirnya mendahulukan perasaan.

Jaga telingamu, karena pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja di dunia dan yang pertama bekerja bila akhirat tiba. Jadi semoga kita bisa lebih mengerti dan memahami antara mata dan telingga.

Ngeblog, antara pahala dan dosa

Wednesday, April 18, 2012

Ngeblog, antara pahala dan dosa. Setiap hal di dunia ini seperti mata uang, selalu memiliki dua sisi, kalo ga kebaikan pastinya keburukan. Sama saja dengan ngeblog, dapat mendatangkan pahala atau jangan jangan jadi amalan neraka.

Ngeblog itu hal yang sederhana tapi bisa jadi luar biasa kalau kita mau mamahaminya. Kenapa? karena banyak orang yang membacanya, bayangkan kalau yang kita tulis sebuah kebaikan atau motivasi yang kemudian di pahami apalagi sampai di ikuti. Lalu orang tersebut berbuat baik, maka kita telah menanam pahala dalam diri orang tersebut tanpa mengurangi kebaikan dari yang dilakukannya.

Ngeblog, antara pahala dan dosa, ngeblog dosa ga, nyari pahala lewat blog

Dan kalau saja mereka yang telah membaca, kemudian membagi pengetahuannya kepada rekan atau sahabatnya yang kemudian juga mengikutinya. Apa yang kita dapat? sebuah kebaikan yang berlipat karena sikap mereka telah terduplikat. Berarti ada dua orang yang telah kita ajak dalam kebaikan secara tidak langsung. Itu baru satu, bagaimana kalau banyak orang yang datang?


Ngeblog, antara pahala dan dosa

Namun kadang kala pahala sering terlupa karena hal sederhana, uang. Kita lebih mementingkan pendapatan dengan banyaknya orang yang datang. Pola pikirnya sederhana, harta itu nyata sedangkan pahala tidak ada di depan mata, kita belum pernah melihat pahala seperti apa bagaimana wujudnya dan seberapa besar nilainya.

Lalu apakah salah dengan mencari uang? tidak, namun alangkah baiknya sambil menyelam minum air, sambil mencari uang, pahala di tambang. Seperti kisah tukang air, yang saling berlomba menyalurkan air dengan berbeda cara, satu dengan mengankutnya dan yang lain dengan mengalirkannya. Ngeblog bisa jadi aliran rupiah kalo kita mau bersusah payah, dan bisa jadi aliran pahala kalau kita mau berusaha. Bisa keduanya kalu kita mau membuka mata, bagaimana caranya? Niat.

Ya, niat adalah kuncinya. Kalu kita niat baik kemudian menuliskannya secara apik lalu orang melirik sampai akhirnya tertarik dan tak sengaja nge-klik iklan yang kita pasang, kita bisa dapet uang! dan kita juga dapet pahala karena niat baik sudah ada. Uang nya bonus, pahalanya kita bungkus.
Segala sesuatu bukankah dinilai dengan niatnya, klo niatnya ada kita dapat pahala. Kalau tidak ada niat uang bisa saja datang, tapi pahalanya ilang, kan sayang. Apa susahnya niat coba?

Ngeblog itu kaya membuat prasasti, kalau suatu saat kita mati dan blog kita masih di kunjungi, kita masih akan dapat simpati walau kita sudah tidak ada lagi. Jangankan dollar, pahalapun diantar walau kita sudah terkapar tidak berdaya di alam sana. Semoga itu bisa menjadi tabungan atas semua kebaikan yang kita lakukan. Sunguh menyenangkan bukan?

Tapi ya jangan senang dulu, Ngeblog, bisa jadi pahala atau dosa, kalau yang kita tulis sebuah dosa dan itu menjadi mala petaka bukankah kita juga akan mendapat siksa di akhirat sana? uang memang jadi perangsang, namun bukan berarti apapun bisa kita pajang kan.

Seorang pejuang senjatanya pedang, seorang penguasa senjatanya fatwa, seorang ulama sengajanya adalah lisannya, seorang pujangga senjatanya adalah karyanya. Kita bukan pejuang, penguasa apalagi ulama. Tapi kita bisa menjadi pujangga dengan menghasilkan karya, sebuah karya di dunia maya yang akan terus dibaca. 

Sekarang pilihan ada di tangan anda. ngeblog dapet pahala, atau milih dosa?

WC Sumber Ide

Wednesday, April 4, 2012

WC Sumber Ide

WC sumber ide? kedengarannya menjijikan tapi ini kenyataan. Coba tebak, berapa lama waktu yang kita punya di WC? apa yang kita lakukan. Apakah sambil mengerjakan sesuatu? sambil menulis? tidak, kita hanya sedang berkonsentrasi terhadap yang satu 'itu'. Kita akan punya banyak waktu (ya paling tidak selama kita buang hajat) di dalamnya, bahkan, seorang paling sibuk di dunia sekalipun yang ia tidak memiliki waktu istirahat, ia akan memiliki waktu untuk yang 'itu'.

WC Sumber Ide

Ya di sadari atau tidak, kita akan punya waktu di dalamnya. Apa coba yang kita lakukan? sebagian orang ada yang merokok dan sebagian orang biasanya melamun, membayangkan apa saja. Pekerjaanya, tugasnya, kegiatan selanjutnya, apa saja pokoknya yang bisa dibayangkan. Dan justru bisanya dari sanalah ide muncul.

Ga percaya? dari buku menjadi jenius seperti leonardo da vinci (coba baca ya, ada ga di suruh nongkrong di WC, trus jadi jenius. Hehehe) penulis mengadakan penelitian dan menanyakan dimana orang orang menemukan ide-ide terbaik? dan hampir tidak ada yang menjawab ketika ia sedang bekerja. Rata-rata mereka menemukan ide justru saat sedang senggang, "ketika istirahat di ranjang", "ketika berjalan jalan di taman", "ketika mendengarkan musik sewaktu berkendara" dan "ketika sedang mandi". Kalo saya pribadi si saya "menemukan ide di wc" hayo siapa juga yang pernah?

Dalam buku tersebut disebutkan ketika kita berjalan jalan di hutan, beristirahat di ranjang atau berlama lamaan ketika mandi maka kita akan menciptakan suasana kesendiran dan relaksasi. Ya, otak kita memerlukan sebuah ritme, kita tidak harus bekerja terus menerus untuk menyelesaikan sesuatu. Bahkan dengan sebuah ritme kita akan lebih efektif, sama seperti gergaji yang selalu di gunakan ia akan cepat tumpul. Nikmatilah dan beristirahat sambil 'mengasah gergaji' dengan demikian kita akan menemukan gairah kembali dalam bekerja dan pikiran pun akan lebih segar.

WC Sumber Ide


Satu kisah lagi, anda mengenal penemu hukum volume? suatu ketika ia diperintahkan oleh sang raja untuk menemukan berapa volume mahkotannya yang ia sandang. Sebagai imbalannya ia akan di berikan hadiah yang besar dan konsekwensinya apabila ia tidak menemukannya maka ia akan di hukum pengal. Dalam tekanan yang dahsyat tersebut, Archimedes merasa bingung (bagaimana mengukur benda yang tidak simetris, dalam hatinya) dan tidak tau berbuat apa lagi. Akhirnya ia putuskan untuk mandi, sambil berendam di bathtub ia 'ngelamun' dan berusaha untuk tidak memikirkannya. Namun apa yang terjadi? justru ia memperhatikan bahwa ketika ia semakin berendam maka makin banyak air yang tumpah, dari situ ia barkata 'eureka'. Akhirnya ia kembali ke kerajaan (dan tentunya sudah mandi dan berpakaian, kalo belum nanti ada yang 'kontal kantil' dong, heheh) kemudian ia merendam mahkota raja, air yang tumpah dari mahkota yang di rendam itulah volume dari mahkotanya.

Ia, menemukan idenya saat ia sedang mandi. Mungkin juga ada yang menemukannya dari tempat lain selama sedang istirahat dan nyantai, namun jarang yang menemukan ide saat sedang sibuk. Setuju kalau wc sumber ide?

Siapa yang Susah?

Monday, January 30, 2012

Siapa yang Susah?


Siapa yang susah? Mungkin ungkapan itu wajib kita tanyakan kepada diri kita atas apa yang kita lakukan. Budaya praktis dan tidak mau susah telah mendarah daging sehigga menyusahkan kita sendiri pada akhinya. Loh emangnya saya salah apa? Tidak salah mungkin hannya lupa, namun lupa yang bekepanjangan akan berakibat buruk juga bagi kita sendiri. Misalnya kita tidak mau susah membuang sampah ke tempat yang di sediakan kemudian kita membuangnya di pingir jalan dekat rumah kita, mungkin kita berpikiran “ah Cuma sedikit”, “ah Cuma saya doang” namun akhinya semua orang berpikir demikian dan akhinya pun sampah sampah dimana mana. Ketika hujang datang sampah banyak menyimpan air sehingga jalanan menjadi becek ditambah aroma yang tidak sedap yang keluar.
Siapa yang susah

Lalu siapa yang susah? Orang lain? Tidak juga, kita sendiri karena kita yang paling banyak tinggal di situ. Becek yang terjadi mengakibatkan kesulitan ketika melewati jalan tersebut, bisa bisa motor “kepater” istilah orang jawa bilang, masih untung kalo kepater nah kalo jatuh?. Belum lagi penyakit yang datang akibat sampah tergenang air, ditambah klo banjir melanda tambah sulitlah kita. Dan pada saat tamu datang ke rumah melewati sampah tersebut akhirnya mereka juga ikut menangung derita. Jadi siapa yang susah?

Ketika berkendara pas macet misalnya, kita juga ga mau susah untuk ngantri motor. Alhasil sodara kita yang sudah berjejer rapih di samping kemudian di serobot dari belakang, orang lain juga ga mau suasah dan ikut ikutan, akhirnya kendaraan dari sebrang tidak bisa lewat. Bukannya macet selesai tapi justru tambah karena jalur perjalannya di tutup motor. Siapa yang susah coba?
Siapa yang Susah?

Apakah kita salah membawa motor untuk menghindari kemacetan? Tidak semuannya salah, hal ini juga akibat campur tanggan pemerintah. Pemerintah tidak mau susah untuk membatasi kendaraan yang ada di Indonesia, asal mereka dapat jatah kendaraan roda dua apapun bisa masuk di Indonesia. Hasilnya macet merajalela, jalan rusak dan angka kecelakaan bertambah. Rakyatpun menuntut ke pemerintah, klo sudah begini siapa yang susah? Pemerintah juga kan. 
 
Dilain pihak akibat dari ga mau susah dalam penerimaan pegawai negri sipil, ada oknun yang memberi kan jaminan akan masuk kalau membayar sejumlah uang. Kemudian kita lihat berita yang belum lama menyebutkan bahwa sebagian pegawai negri muda memiliki rekening gendut. Dan pemerintah kembali seolah sibuk untuk memberantas padahal ini ulah siapa? Bukannya ulah dari ga mau susah? Apa harus di salahkan pegawainya sementara mungkin ia berperinsip aksi dan reaksi, “aksinya saya dimintai duit untuk masuk, reaksinya ya saya juga harus ngumpulin duit” lagi lagi siapa yang sudah?
Bukannkah kita diperintahkan untuk merubah suatu kerusakan dengan 3 hal “tanganmu, lisanmu dan hatimu. Yang terakhir adalah yang paling lemah.” Pertama mengunakan tangan adalah dengan kekuatan atau kekuasaan. Kita semua punya kekuatan bahkan untuk tidak mengambil jalan pintas, mungkin sedikit lebih sulit dan butuh pengorbanan tapi hasilnya nanti setimpal. Kalau saja kita membuang sampah pada tempatnya, berkendara tertib maka hidup kita akan lebih damai.

Dan andai saja pemerintah mau mengunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk merubah apa yang tidak tepat, mengembalikan dimana tatanan seharusnya dan menindak siapa yang berbuat salah, bukan tidak mungkin Negara kita menjadi Negara yang tentram. Saya belum punya kekuasaan, tapi saya ingin Negara ini damai maka saya gunakan tulisan ini sebagai kepanjangan dari lisan saya. Dan akhirnya hati saya ini gunakan sebagai doa untuk pemerintah yang telah terpecah belah.

Kadang saya berpikir munkin pemerintahan yang kacau balau sekarang ini seperti di DPR akibat ulah kita juga, akibat ga mau susah memilih, wakil mana yang ngasih uang contreng, peduli amat apa yang terjadi nanti. Dan hasilnya kita liat sendiri. Siapa lagi yang susah?

Mungkin ga Cuma itu, masih banyak contoh lain seperti produk yang mengandung merkuri, susu yang mengandung melaimin, korupsi yang merajalela, jajanan anak yang beracun, produk obat palsu, sex bebas, narkoba dimana mana, bahkan aparat yang sudah tidak mengayomi melayani masyarakat akibat dari apa? Kalo sudah begini, lagi lagi siapa yang susah?

Saatnya kita berpikir tidak untuk diri kita sendiri, marilah berpikir untuk anak, sanak dan orang orang di sekitar kita. Kita yang membangun bangsa ini dan kita juga yang telah merusaknya. Jadi ungkapan “siapa yang susah?” layak untuk kita patri dalam hati sebagai pertanyaan akhir dari apa yang akan kita lakukan. Ungkapan apa? Siapa yang susah.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Blog Cerita Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger